HALAMAN

19.2.10

Krayon atau Pastel Kering Pelangi

PASTEL DALAM SEJARAH
Melukis menggunakan pastel terasa menyenangkan karena Anda dapat dengan cepat mengubah selembar kertas menjadi sebuah karya lukisan. Pastel adalah sebuah alat lukis kering, jadi Anda tidak memerlukan lagi kuas atau air untuk melukis. Sejarah mencatat bahwa lukisan dari pastel telah ada sejak tahun 1685. bahkan, banyak pelukis zaman dahulu yang menggunakan pastel untuk menciptaka karya seni yang indah, yang sekarang pun masih terlihat sesegar ketika lukisan tersebut pertama kali dibuat.

Popularitas pastel sebagai alat seni mendorong terbentuknya masyarakat pastel pada abad kesembilan belas, dan kelompok ini masih terus ada sampai sekarang. Pastel kuat dan tahan lama, khususnya jika karya yang telah selesai didimpan atau dibingkai secara tepat. Melukis menggunakan pastel sangat indah di pelajari. Pastel adalah media yang baik untuk digunakan dirumah, kelas atau studio seni. Pastel juga merupakan media yang baik sekali untuk digunakan diruang-ruang untuk kegiatan sketsa dan melukis. Pastel memakan sedikit tempat sehingga mudah dibawa atau disimpan.
Jika Anda seorang pemula, pastel adalah media yang sangat bagus sebagai permulaan, jika Anda seorang pelukis tapi belum mencoba pastel, saya yakin Anda akan menyukai pengalaman tersebut dan Anda mencobanya.

PENGERTIAN FINGER PAINTING
Dalam dunia kesenian khususnya seni lukis dan gambar, kita sering di populerkan dengan materi yang beranekaragam. Berbagai macam bentuk dan seni baru dalam lukis banyak dihasilkan, selain untuk mengeksplorasi hobi dan keterampilan, juga untuk memperkaya pengetahuan baru di bidang seni, diantaranya :
Seni lukis & gambar media pensil (arsir & karikatur)
Seni lukis & gambar media spidoll dam sejenisnya
Seni lukis & gambar media cat minyak (kanvas & kertas)
Seni lukis & gambar media cat air (kanvas & kertas)
Seni lukis & gambar media oil pastel Dll.
Dalam bahasa seni, teknik Finger adalah jari/tangan, sedangakan Painting adalah gambaran/lukisan, dalam prakteknya adalah, seni melukis/gambar dengan menggunakan jari.

TEORI DALAM PRAKTEK
Bahan Dan Peralatan
Salah satu yang menyenangkan dari pastel bukan hanya media ini murah, tapi Anda juga dapat memulainya dengan bahan yang sedikit. Yang Anda perlukan hanya selembar kertas putih. Sangat bijaksana Anda memulai hanya bahan dasar dan sedikit demi sedikit menambahnya. Dengan cara ini, Anda akan mengembangkan koleksi pastel dan bahan yang sesuai dengan selera pribadimu sendiri
1.Krayon Kering
Krayon atau pastel kering biasanya terbentuk batang kotak dan terutama berbahan dasar kapur. Pastel jenis ini sangat bagus untuk membuat lukisan pastel, membuat sketsa pastel, dan membuat karya yang detail, warna garis atau detail yang tegas dan kaku dapat dihasilkan jika diperlukan.
2.Pensil Krayon
Pensil pastel adalah pastel kaku atau keras yang terbungkus kayu sama seperti pensil grafit tradisional. Pensil pastel berguna bagi seniman yang ingin membuat karya lukisan yang lebih detail tetapi memerlukan penampilan pastel yang lembut. Ujung pensil pastel atau pensil dapat membantu lebih detail yang lebih berguna. Gambar hewan dan burung, yang efek bulunya sangat penting adalah contoh yang bagus dari objek sering dilukis dengan pensil pastel.
3.Kertas Krayon
Sifat pastel yang lunak dan berbubuk berarti bahwa pastel memerlukan kertas dengan tekstur yang berbeda yang oleh para seniman disebut “gigi”, agar pastel dapat mencengkram permukaan. Permukaan yang halus dan mengkilap tidak disarankan.
4.Penghapusan , Kesalahan
Kadang, Anda membuat kesalahan atau Anda memutuskan untuk mengubah dari suatu lukisan pastel. Jangan mencoba menggosokkan dengan penghapus biasa jika Anda belum benar menguasai. hasil gambar akan kotor dan dapat terlihat buruk. Untuk memperbaiki kesalahan, atau membuat perubahan, gunakan penghapus yang ujungnya bersih dan kering. Sapulah dengan halus bidang yang ingin diubah. Ini akan melonggarkan dan melepaskan pastel dipermukaan. Tiuplah pastel dari lukisan, setelah itu benda, bidang, atau jalur kerja dapat dikerjakan kembali.

PERAGAAN
1.Goresan Pastel Dan Coretan Pastel
Bermain-mainlah dengan pastel untuk melihat beberapa banyak efek yang dapat Anda ciptakan ambillah salah satu pastel pilihan, patahkan menjadi tiga potong dengan panjang yang berbeda jika diperlukan. Cobalah membuat
hatching, yaitu serangkaian garis sejajar
cobalah membuat cross hatching yaitu membuat serangkaian garis sejajar dan kemudian menyilangkan garis sejajar lain diatas garis sejajar mula-mula dengan arah yang berbeda atau stippling menutulkan pastel berkali-kali diatas kertas atau yang dikenal dengan menutul.
2.Membentuk Pastel
Pastel tersedia tingkat kelunakan atau kekerasan tergantung pada pabrik penggunanya. Dengan menggunakan pisau rautan pastel dapat dibentuk sesuai yang diinginkan, dapat juga menggunakan kertas amplas untuk membentuk ujung pastel yang lancip.
3.Contoh Objek Pemandangan
Objek pemandangan memberikan materi yang bagus bagi seniman pastel. Pastel yang serba guna memungkinkan seseorang menangkap perubahan musim semi, panas, gugur, dan dingin, kita dikelilingi oleh banyak macam pemandangan, baik di Negara kita atau di luar negeri. Pastel memungkinkan seseorang menangkap segala suasana pemandangan, dari pemandangan luar biasa yang lembut hingga warna-warni matahari terbenam yang cerah, dari pemandangan yang tertutup salju hingga padang hijau dan pepohonan saat musim panas yang hangat.

Menggunakan teknik sketsa pastel, saya akan menunjukkan cara membuat sketsa pemandangan berwarna di atas kertas pastel abu-abu kebiruan.
Tahap 1.
Anda dapat memilih utnuk membuat sketsa objek tipis dengan pastel putih, atau bekerja langsung dengan ngan saja, dengan menempatkan langit lebih dahulu dan kemudian membuat pemandangannya.
Tahap 2.
menggunakan sisi pastel warna putih, biru muda, dan biru tua, ciptakan langit dan biarkan bagian kertas terlihat.
Tahap 3.
menggunakan ujung pastel hijau muda dan sedag dan cokelat kemerahan untuk pohon beech copper, tutullah pohon dan semak di tahap pertama dengan wara muda dan tua. Menggunakan pastel warna hijau sedang, biru muda, dan putih, dengan goresan pastel sapuan meyamping, mulailah membuat sungainya, dan ingatlah sekali lagi untuk membiarkan beberapa bagian kertas tetap terlihat.
Tahap 4.
menggukana pastel warna hijau yang lebih tua, tegaskan warna dedaunan pohon dan semak hijau yang agak gelap. Gunakan pastel warna cokelat agak tua untuk dedaunan pohon beech copper dan batang pohon. Dengan pastel warna hijau tua dan cokelat kemerahan, beri sedikit pantula dari pohon poplar yang langsing dan pohon beech.
Tahap 5.
menggunakan ujung sisi atas pastel, lengkapilah pantulan pohon di atas sungai dan tambahkan pantulan sinar putih di atas air. Gunakan batang pastel warna hijau untuk melukis rumput di sudut-sudut latar depan lukisan. Dengan pastel warna cokelat muda, cokelat tua, dan putih. Gambarlah pagar yang masuk ke sungai dari taggul sungai sebelah kiri.
4.Contoh Objek Matahari Terbenam
Matahari terbenam di sore hari yang menyala membawa kita ke berbagai warna pastel yang lebih cerah dan lebih hidup. Objek tersebut memberi bidang yang luas untuk tempat berlatih mencampur pastel, tetapi juga menawarkan penggunaan siluet untuk detail, dan kontras antara terang dan gelap.
Tahap 1.
pada kesempatan ini, kita tidak membuat sketsa objek, tetapi menciptakan gambar matahari terbenam dan pantulannya di atas air dahulu. Gunakan pastel putih untuk matahari, kuning dan jingga untuk bidang sisanya, dengan sedikit merah crimson di keempat sudut halama.
Tahap 2.
campur warna-warna dengan ujung jari, dari warna terang ke gelap: putih ke kuning ke jingga ke merah.
Tahap 3.
gunakan ujung atas pastel hitam atau pensil pastel hitam, untuk menggambar dengan tipis bentuk nyata atau pantulan dari kincir angina, rumah, pohon, dan semak.
Detail. A.
Dalam bentuk-betuk yang diciptakan dengan garis tepi, gunakan goresan diagonal pastel warna cokelat untuk mengisi siluet di langit dan pantulannya di sungai.
Detail B.
Tekan pastel cokelat denga lebih kuat.
Detail C.
Gunakan garis diagonal hitam yang lembut di atas warna cokelat tadi, campur dengan ujung jari, atau jika Anda menginginkan, biarkan tidak tercampur di bidang tersebut, terserah pilihanmu.
Tahap 4.
Dengan pastel hitam atau pensil pastel hitam yang runcing, dan penggaris, gambar sirip kincir angina. Sedikit warna kuning dapat digunakan untuk pencahayaan dan juga untuk jendela rumah. Gunakan pastel cokelat tua dan pastel runcing hitam, gambar batang dan cabang pohon. Gunakan warna jingga untuk pencahayaan di pohon tersebut. Lengkapi pantulan dengan goresan pastel horizontal untuk menambahkan efek air.
5. Buah Dan Sayuran
Pelukisan perancis cezanne pernah berkata bahwa semua masalah dalam melukis ditemukan dalam semangkuk apel. Ia bayak menggambar dan melukis kedua objek itu. Buah dan sayuran bisa menyediakan banyak bahan, untuk sketsa pastel atau lukisan pastel dengan begitu banyak warna dan tekstur permukaan. Banyak benda sehari-hari yang kita abaikan dapat menjadi objek yang luar biasa. Saat Anda mengunjungi pedangan sayur atau swalayan, lihat dan pikirkan sejenak bagaimana Anda dapat menciptakan lukisan dari benda-benda yang Anda lihat. Ini bisa berupa suatu karya tentang sebuah apel, beberapa benda di atas meja, atau kelompok yang lebih rumit.

31.1.10

PEMBELAJARN SENI RUPA PADA SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH

Seni rupa merupakan hasil interpretasi dan tanggapan pengalaman manusia dalam bentuk visual dan rabaan. Seni rupa berperanan dalam memenuhi tujuan-tujuan tertentu dalam kehidupan manusia maupun semata-mata memenuhi kebutuhan estetik. Karya seni rupa dapat menimbulkan berbagai kesan (indah, unik, atau kegetiran) serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan pikiran dan perasaan. Dengan memahami makna tentang bentuk-bentuk seni rupa, akan diperoleh rasa kepuasan dan kesenangan.

Seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni, seni kriya, dan desain. Jenis-jenis seni rupa ini menunjukkan proses pembuatan dan bentuk karya yang dihasilkan, serta nama pembuatnya, yaitu seniman, kriyawan, dan desainer. Seni murni menekankan pada ungkapan pikiran dan perasaan, meliputi seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni kriya menekankan pada keterampilan teknik pembuatan karya, dengan hasil berupa karya kriya fungsional dan nonfungsional. Seni kriya menggunakan berbagai teknik dan media tertentu, misalnya kriya kayu, kriya logam, dan kriya tekstil. Desain menunjukkan proses pembuatan karya yang maksud dan tujuannya telah ditentukan lebih dahulu. Karya desain merupakan rancangan gambar, benda, atau lingkungan yang didasarkan pada persyaratan-persyaratan tertentu. Seniman atau kriawan dapat bekerja secara mandiri, sedangkan desainer bekerja untuk keperluan klien.

Pembelajaran seni rupa di sekolah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi siswa untuk memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.

Melalui pengalaman berkarya, siswa memperoleh pemahaman tentang berbagai penggunaan media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra. Dalam berkarya seni rupa, siswa belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk mengeksploitasi sifat-sifat dan potensi estetik media. Melalui seni rupa, siswa belajar berkomunikasi melalui gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam menciptakan ungkapan pikiran dan perasaannya.

Dalam pembelajaran seni rupa, peranan seni murni, kriya, maupun desain bersifat saling melengkapi dan saling berkaitan. Pembelajaran seni rupa dapat dilakukan dengan pendekatan studio, misalnya studio seni lukis, seni patung, seni grafis, dan kriya. Pembelajaran seni rupa dapat juga dipisahkan menjadi kegiatan pembelajaran seni rupa murni, kriya, dan desain.

Materi pokok seni rupa meliputi aspek apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian seni. Apresiasi seni rupa berarti mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan atau tanggapan estetis (respons estetis) terhadap karya seni rupa. Materi apresiasi seni pada dasarnya adalah pengenalan tentang konsep atau makna, bentuk, dan fungsi seni rupa. Apresiasi seni rupa dapat mencakup materi yang lebih luas, yaitu pengenalan seni rupa dalam konteks berbagai kebudayaan.

Materi pelajaran apresiasi seni pada pendidikan Dasar dan Menengah meliputi pengenalan terhadap budaya lokal, budaya daerah lain, dan budaya mancanegara, baik yang bercorak primitif, tradisional, klasik, moderen, maupun kontemporer. Selain pengenalan bentuk-bentuk seni rupa, materi apresiasi juga meliputi pengenalan tentang latar belakang sosial, budaya, dan sejarah di mana karya seni rupa dihasilkan serta makna-makna dan nilai-nilai pada seni rupa tersebut.

Pembahasan konsep seni rupa meliputi struktur bentuk dan ungkapan (ekspresi) dalam seni murni dan hubungan bentuk, fungsi, dan elemen estetik dalam seni rupa terapan. Pembahasan tentang media seni rupa meliptui ciri-ciri media, proses, dan teknik pembuatan karya seni rupa. Selain itu, apresiasi seni juga perlu memberikan pemahaman hubungan antara seni rupa dengan bentuk-bentuk seni yang lain, bidang-bidang studi yang lain, serta keberadaan seni rupa, kerajinan, dan desain sebagai bidang profesi.

Berkarya seni rupa pada dasarnya adalah proses membentuk gagasan dan mengolah media seni rupa untuk mewujudkan bentuk-bentuk atau gambaran-gambaran yang baru. Untuk membentuk gagasan, siswa perlu dilibatkan dalam berbagai pendekatan seperti menggambar, mengobservasi, mencatat, membuat sketsa, bereskperimen, dan menyelidiki gambar-gambar atau bentuk-bentuk lainnya. Selain itu, siswa juga perlu dilibatkan dalam proses pengamatan terhadap masalah pribadi, realitas sosial, tema-tema universal, fantasi, dan imajinasi.

Mengolah media pada dasarnya adalah menggunakan bahan dan alat untuk menyusun unsur-unsur visual seperti garis, bidang, warna, tekstur, dan bentuk. Dalam mengolah media, siswa perlu diperkenalkan dengan teknik penggunaan berbagai bahan, dengan memperhatikan keterbatasan-keterbatasan maupun kelebihan-kelebihannya. Dalam menyusun bentuk, siswa perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan bentuk sehingga menjadi gaya yang bersifat pribadi.

Dalam kritik seni, siswa dilibatkan dalam pembahasan karya sendiri maupun karya teman atau orang lain. Pembahasan karya seni rupa di sini merupakan proses analisis kritis, meliputi deskripsi, analisis, interpretasi, dan penilaian. Unsur yang dianalisis adalah gaya, teknik, tema, dan komposisi karya seni rupa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengasah keterampilan pengamatan visualnya.

Pembelajaran kritik seni rupa memberikan pengenalan dan latihan menggunakan bahasa dan terminologi seni rupa untuk mendeskripsikan dan memberikan tanggapan terhadap karya seni rupa. Tanggapan ini berkaitan dengan sifat-sifat sensoris karya seni rupa, seperti aspek-aspek taktil (rabaan), spasial (keruangan), dan kinestetik (gerak). Pembelajaran kritik seni juga melatih kemampuan untuk memahami makna-makna yang disampaikan melalui simbol-simbol visual, bentuk-bentuk, dan metafora.
Selain berkarya seni rupa, materi pokok seni rupa juga mencakup penyajian karya seni rupa. Materi penyajian karya seni meliputi penyajian secara lisan di kelas dan pameran di lingkungan kelas, sekolah, bahkan juga di masyarakat. Materi pokok pameran adalah seleksi, pemajangan karya, dan publikasi. Materi pameran juga mencakup kegiatan pengorganisasian pameran, meliputi perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi pameran.

Seni dan Kesenian

Seni pada mulanya merupakan ekspresi dari kreatifitas manusia, tiap manuasia mempunyai karakter berbeda-beda yang memperkaya arti dan makna dari ekpresi manusia, dengan berkembangnya zaman kreatifitas dari ekspresi ini dikembangkan menjadi disiplin ilmu tersendiri. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atas kreatifitas mereka, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih karakter individu, danpergunakan dalam suatu media, pandangan dan penilaian akan nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat media.

Penyampaian pandangan seni baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin dengan menggunakan media tersebut. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain di masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).

Dengan diarahkannya seni kedalam ilmu dapat mempermudah kalayak umum untuk mempelajari dan mendalami seni dan kesenian lewat pembelajaran ekspresi diperkaya dengan kreatifitas yang diinginkan, dewasa ini seni bukan lagi didasari oleh bakat atau minat namun kesenian saat ini dapat dipelajari diberbagai tingkat pendidikan dari tingakat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.